Selasa, 27 Januari 2015

4 Unsur Menciptakan Cinematic Photography Impresif (Bag.1)

Ada yang menyukai es krim Haagen Daz, ada yang menyukai vaping, ada yang menyukai cinematic photography. Ya, ini masalah kesukaan, jangan dibuat rumit dengan genre dan klasifikasi yang ujung-ujungnya malah mengarahkanmu membeli lensa mahal, bukan memotret.

Begini saja, mintalah adikmu menjadi model. Pilihannya hanya 2, memerankan jadi korban kejahatan atau sebagai pelaku kejahatan, saya tidak akan menanggapi keberatanmu, ini foto film, bukan foto piknik, lagipula adikmu tidak keberatan jadi korban pembantaian boneka tedy yang memegang pisau dapur.

Kalau tujuan kita ingin membuat foto (bergaya) film yang berkesan, paling tidak ada 4 unsur penting dalam cinematic photography yang harus kita penuhi, setelah membaca ini kamu akan menulis komentar, ”sebelumnya sama sekali tidak terpikirkan, ini sangat berharga, ini sangat membantu, terimakasih untuk berbagi, berapa nomor rekeningmu?” – omong kosong! Mari kita hemat waktumu, baca saja ini lalu pergi memotret dengan kameramu!

"Menghadap Godfather"
1. Model (dan Figuran)

Mungkin kamu mendapatkan tempat yang benar-benar menarik, bangunan tua, temboknya berlumut, ada bias cahaya matahari melewati jendela, sofa tua klasik dengan tutup kain putih berdebu tersingkap separuh, gang gelap dari koridor menuju kamar menimbulkan nuansa horor.

Kamu sangat bersemangat memotret semua sudut, tapi tanpa model manusia, kamu cuma dapatkan foto rumah yang akan dilelang. 

Model dan figuran dalam cinematic photography itu mutlak, kamu membutuhkan sekurang-kurangnya 1, jika kamu bisa mendapatkan 2 orang kita akan membuatnya tampak bercakap-cakap, berpelukan, berciuman atau saling menodongkan senjata.

2. Adegan


"1 miles to finish"
Kamu sudah memiliki model, sekarang intinya: Ide adegan. Ada orang yang harus pergi ke perpustakaan, membuka buku motivasi atau buku filosofi untuk menemukan inspirasi, beberapa lainnya pergi ke karaoke, ada yang retreat ke Bali mencari Ide.

Demi Tuhan! Jika maksudmu mau memotret jangan membuang uang untuk membooking pemandu lagu, ini jadi mahal bagi pemula! Mari kita buat murah, bukalah youtube dan carilah thriller film yang pernah kamu tonton, mungkin Devils Advocate. Contek saja 2 atau 3 adegan dari film ini yang kamu pikir bisa kita potret dengan model yang ada dari angle yang sama.

Bila kita jeli, gambar dalam film itu hanya 6, serius 6! Beberapa lainnya hanya variasinya saja:

1. Bercakap-cakap, satu orang kelihatan wajahnya, lawan bicaranya kelihatan pundaknya.
2. Pergi ke satu tempat, berjalan kaki atau menaiki kendaraan.
3.
4.
5. Action! Bertanding, berkelahi, memukul, menembak, membunuh, dll.
6. Adegan bercinta, memeluk, kissing, dst.

Jadi gambar 3 dan 4 apa? Kenapa tidak kita temukan sendiri di film? Putar sebuah film, jangan menonton, tapi amati gambar demi gambar yang ditampilkan, gambar dalam film berangkat dari storyboard yang dibuat oleh tukang gambar khusus atau mungkin asisten sutradara.

Mereka berangkat dari sketsa dengan berpatokan 6 adegan inti. Saya mensyaratkanmu menonton 1 film saja untuk mengecek omong kosong saya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar